Serie A

Fabio Grosso Puji Jay Idzes Usai Sassuolo Stabil di Serie A

Fabio Grosso Puji Jay Idzes Usai Sassuolo Stabil di Serie A
Fabio Grosso Puji Jay Idzes Usai Sassuolo Stabil di Serie A

JAKARTA - Keberhasilan Sassuolo menjaga eksistensi di papan tengah Serie A musim 2025/2026 menjadi salah satu cerita menarik di kompetisi kasta tertinggi Italia tahun ini. Sebagai tim yang menyandang status promosi, klub berjuluk I Neroverdi ini terbukti tidak sekadar numpang lewat. Kehadiran bintang Timnas Indonesia, Jay Idzes, di jantung pertahanan menjadi salah satu faktor kunci yang membuat mereka mampu memberikan perlawanan bagi tim-tim mapan Italia.

Hingga pekan ke-23, Sassuolo duduk manis di peringkat ke-11 klasemen sementara. Raihan 29 poin dari 8 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 10 kekalahan menjadi bukti bahwa anak asuh Fabio Grosso memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bersaing. Pencapaian ini bahkan jauh lebih baik dibandingkan tim-tim tradisional seperti Fiorentina yang justru tengah tertatih di zona degradasi.

Visi Fabio Grosso dalam Membangun Keseimbangan Tim

Tren positif Sassuolo semakin terlihat setelah mereka sukses menyapu bersih kemenangan dalam dua laga terakhir, termasuk saat membungkam tuan rumah Pisa dengan skor 3-1. Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin Fabio Grosso yang mampu menyatukan skuadnya meskipun banyak di antara mereka yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi Serie A.

"Sebuah kejutan yang menyenangkan bagi saya. Sesuatu yang membuat saya bangga. Biasanya tidak mudah bagi tim seperti kami untuk mencapai itu, karena mereka belum sepenuhnya terstruktur," ucap Grosso dalam pemberitaan Sassuolo News. Pelatih yang juga pahlawan Italia di Piala Dunia 2006 tersebut menyadari bahwa perjalanan tim promosi selalu diwarnai dengan dinamika yang sulit diprediksi.

"Ini adalah pengalaman pertama mereka di Serie A bagi beberapa pemain, serta bagi saya, jadi wajar jika ada pasang surut. Kami, di sisi lain, telah membangun keseimbangan tim yang melampaui hasil atau momen pertandingan individu; ini adalah aspek fundamental untuk kejuaraan kami," lanjut pelatih berusia 48 tahun tersebut.

Pendekatan Modern Grosso Mengelola Mentalitas Pemain

Grosso juga berbagi pandangannya mengenai tantangan melatih generasi pemain saat ini yang jauh berbeda dengan zamannya ketika masih aktif bermain. Di mata Grosso, pemain masa kini jauh lebih profesional dalam hal manajemen fisik dan pencegahan cedera, namun terkadang hal itu menumpulkan insting liar di lapangan.

"Terkadang kami menemukan pemain yang sempurna dalam sistem, dan terkadang juga harus sedikit beradaptasi, tetapi saya harus mengakui di lini tengah kami sangat terorganisir, kami dapat berlari dan bermain vertikal, seperti yang saya sukai," terangnya. Ia merasa puas melihat bagaimana Jay Idzes dan rekan-rekannya merespons instruksi taktis di lapangan.

Terkait cara membangun kedekatan dengan pemain, Grosso mengakui harus beradaptasi dengan teknologi. "Mereka berbagi momen bersama dengan cara yang berbeda dibandingkan saat saya bermain. Mereka melakukannya melalui konsol atau obrolan telepon. Sebagai staf, kami harus sangat berhati-hati dan mengenali kunci yang tepat untuk masuk ke dalam pikiran mereka," tegas eks pemain Palermo dan Juventus itu.

Ujian Berat Menghadapi Sang Capolista Inter Milan

Kini, kebanggaan Grosso akan diuji oleh kekuatan terbesar di Liga Italia saat ini. Sassuolo dijadwalkan menjamu pemuncak klasemen, Inter Milan, di MAPEI Stadium pada Senin dini hari WIB. Inter datang dengan status yang sangat superior, mengantongi 55 poin dan catatan tidak terkalahkan dalam 11 laga beruntun.

Laga ini akan menjadi panggung pembuktian bagi Jay Idzes yang akan berhadapan langsung dengan duet striker maut, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram. Idzes sendiri memiliki modal statistik yang cukup apik saat bertemu Inter pada pertemuan pertama September lalu. Meski saat itu Sassuolo kalah tipis 1-2, Idzes bermain penuh selama 90 menit dengan mencatatkan 13 kali defensive contribution, 2 tekel, 9 sapuan, dan 6 kali recoveries.

"Anda harus mempertimbangkan bahwa para pemain sekarang sangat profesional, mereka tahu secara detail apa yang dibutuhkan untuk pencegahan dan untuk manajemen pra dan pasca latihan. Itu adalah karakteristik penting, tentu saja, tetapi terkadang hal itu menumpulkan insting yang dibutuhkan pada kesempatan tertentu," tegas Grosso. Insting inilah yang diharapkan muncul dari Jay Idzes dkk guna meredam keperkasaan I Nerazzurri di akhir pekan nanti.

Sassuolo kini menatap 15 pertandingan tersisa dengan optimisme tinggi. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin tim promosi yang diperkuat bek Indonesia ini akan finis di posisi yang lebih tinggi lagi pada akhir musim nanti.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index