Kemenag

Kemenag Aceh Pastikan 98 Persen Masjid Terdampak Bencana Kembali Berfungsi

Kemenag Aceh Pastikan 98 Persen Masjid Terdampak Bencana Kembali Berfungsi
Kemenag Aceh Pastikan 98 Persen Masjid Terdampak Bencana Kembali Berfungsi

JAKARTA - Pemulihan fasilitas keagamaan pascabencana di Aceh menunjukkan progres signifikan. 

Meski masih diwarnai keterbatasan, mayoritas masjid dan mushala yang terdampak banjir dan longsor kini kembali difungsikan sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mencatat bahwa dari total 737 masjid dan mushala yang terdampak bencana, sebanyak 98 persen di antaranya telah kembali digunakan. Namun demikian, sebagian besar rumah ibadah tersebut masih beroperasi dalam kondisi darurat sambil menunggu proses pemulihan secara menyeluruh.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen Masjid dan Mushalla yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh.

Ratusan Rumah Ibadah Terdampak Banjir dan Longsor

Azhari menjelaskan, data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari seluruh daerah di Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Dari total 737 masjid dan mushala yang mengalami kerusakan, sebanyak 725 unit sudah kembali difungsikan, sementara 12 lainnya belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan berat atau bahkan hilang.

“Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada,” ujarnya.

Penggunaan darurat ini mencakup keterbatasan fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, hingga perlengkapan ibadah. Meski demikian, masyarakat tetap memanfaatkan masjid dan mushala yang ada untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ibadah berjamaah.

Daftar Masjid dan Mushala yang Belum Bisa Digunakan

Adapun 12 masjid dan mushala yang hingga kini belum dapat difungsikan tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh. Di Kabupaten Aceh Timur, mushala Baitul Banian Serbajadi dilaporkan hanyut terbawa banjir. Sementara itu, masjid At Taqarrub Riseh Teungoh di Kabupaten Aceh Utara juga rusak parah setelah dibawa arus.

Di Kabupaten Bener Meriah, mushala Nurul Hikmah di Timang Gajah, mushala Muttaqin, serta masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Selain itu, lima rumah ibadah di Kabupaten Gayo Lues turut terdampak parah, yakni mushala Serkil Putri Betung, mushala Nurul Huda Pantan Cuaca, masjid Baiturrahim dan Al Ikhlas di Tripe Jaya, serta masjid Nurul Iman di Putri Betung yang dilaporkan hanyut atau hilang.

Kerusakan berat juga terjadi pada masjid Al Mabrur Samalanga di Kabupaten Bireuen serta masjid Al Hikmah Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang. Kedua masjid tersebut roboh dan terbawa arus banjir sehingga tidak dapat digunakan sama sekali.

Gotong Royong Jadi Kunci Pemulihan Rumah Ibadah

Azhari menilai, cepatnya pemulihan fungsi masjid dan mushala tidak lepas dari semangat gotong royong berbagai pihak. Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag, masyarakat setempat, serta relawan bahu-membahu membersihkan dan memperbaiki rumah ibadah yang terdampak.

Selain tenaga manusia, bantuan juga datang dalam bentuk sarana pendukung ibadah. Kemenag bersama berbagai pihak menyalurkan bantuan berupa Al Quran, sajadah, alat-alat kebersihan, hingga dukungan alat berat untuk membantu memindahkan lumpur sisa banjir di lingkungan masjid.

“Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan, termasuk ASN kita kerahkan, dan banyak pihak lainnya. Bahkan, saat kita bersihkan masjid, ada alat berat mau membantu, kita hanya mengisi BBM nya saja,” katanya.

Upaya kolektif tersebut dinilai sangat membantu percepatan pemulihan, meskipun masih dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Bantuan Renovasi Disiapkan Jelang Ramadhan

Untuk masjid dan mushala yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, Kemenag RI telah menyiapkan bantuan renovasi. Azhari menyebutkan bahwa bantuan tersebut saat ini masih dalam proses dan akan disalurkan kepada rumah ibadah yang memenuhi kriteria.

Besaran bantuan yang disiapkan adalah Rp50 juta untuk masing-masing masjid dan Rp30 juta untuk mushala, di luar rumah ibadah yang dinyatakan hilang. Dana tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.

“Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar shalat, serta kebutuhan mendesak lainnya,” tegasnya.

Azhari berharap seluruh masjid dan mushala yang terdampak dapat segera kembali bersih dan berfungsi secara normal, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa waktu lagi.

“Harapan kita, masjid/mushala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan,” demikian Azhari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index