KARIMUN — Warga Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, kesulitan mendapatkan bensin sejak sepekan terakhir. Pasokan yang selama ini didistribusikan dari SPBU Pulau Urung tiba-tiba tidak lagi masuk ke wilayah mereka.
Ketiadaan bensin membuat warga tidak bisa menjalankan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Mobilitas harian pun ikut tersendat.
430 KK Terdampak, Mobilitas Warga Terganggu
Ruslan, warga Desa Sebele, menyebut kondisi ini berdampak terhadap sekitar 430 kepala keluarga di wilayah tersebut. Sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan.
"Sudah seminggu kami kesulitan mendapatkan bensin. Padahal selama ini pasokan selalu masuk dengan lancar," ujar Ruslan saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9/2026).
Bagi petani dan pekebun di Desa Sebele, bensin bukan sekadar bahan bakar kendaraan pribadi. Ketersediaannya menentukan apakah hasil bumi bisa diangkut ke pasar atau tidak.
Diduga Terkait Kendala Izin Operasional dari Pemprov Kepri
Menurut Ruslan, terhentinya distribusi diduga berkaitan dengan kendala izin operasional dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dugaan itu disampaikan warga berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan mereka.
Jika pasokan tidak segera kembali, warga khawatir aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian semakin terganggu. Desa Sebele berada di wilayah kepulauan yang bergantung pada jalur distribusi dari SPBU terdekat.
Warga Minta Pemkab Karimun Cari Solusi
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Karimun bersama instansi terkait segera mencari jalan keluar agar distribusi BBM kembali berjalan normal.
"Ini menyangkut hajat hidup kami. Semoga segera dicarikan jalan keluar agar pasokan kembali normal," kata Ruslan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai penyebab terhentinya pasokan serta kepastian kapan distribusi BBM ke Desa Sebele kembali normal.