KEMENAG

Kemenag Bengkulu Salurkan Donasi Seratus Juta untuk MIS Nurroniah Mukomuko

Kemenag Bengkulu Salurkan Donasi Seratus Juta untuk MIS Nurroniah Mukomuko
Kemenag Bengkulu Salurkan Donasi Seratus Juta untuk MIS Nurroniah Mukomuko

JAKARTA - Kepedulian terhadap dunia pendidikan di tengah musibah menjadi prioritas utama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Sebagai bentuk nyata dari solidaritas antarlembaga, bantuan dana yang signifikan telah diserahkan untuk mendukung pemulihan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurroniah di Kabupaten Mukomuko yang beberapa waktu lalu luluh lantak akibat amukan si jago merah.

Pada Kamis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., turun langsung ke Desa Tanjung Mulia untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyerahkan donasi tersebut. Kehadiran pimpinan tertinggi Kemenag Bengkulu ini menjadi suntikan moral bagi pengelola yayasan dan para guru yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan sarana prasarana.

Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat dengan didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mukomuko, H. Widodo. Bantuan tersebut diterima secara langsung oleh perwakilan pihak yayasan, yakni Kepala MA Nurroniah, Yoyok Albasori. Momen ini juga disaksikan oleh Ketua Yayasan Albarqah Ulil Huda, Kepala MTs Nurroniah, serta jajaran dewan guru yang selama ini bahu-membahu menjaga keberlangsungan pendidikan di lokasi tersebut.

Wujud Nyata Empati Keluarga Besar Kemenag Bengkulu

Dana bantuan yang terkumpul mencapai angka Rp 131.435.000 (seratus tiga puluh satu juta empat ratus tiga puluh lima ribu rupiah). Nominal ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan representasi dari gerakan solidaritas kolektif yang dilakukan oleh keluarga besar Kementerian Agama se-Provinsi Bengkulu. Dana tersebut dihimpun sebagai bentuk empati mendalam untuk memastikan bahwa aspek material tidak menjadi penghalang permanen bagi siswa untuk mendapatkan hak pendidikan mereka.

Dr. H. Saefudin menegaskan bahwa aksi ini merupakan tanggung jawab moral instansi terhadap setiap satuan pendidikan yang berada di bawah naungannya. Ia menyadari bahwa kerusakan gedung akibat kebakaran merupakan beban berat yang sulit dipikul sendiri oleh pihak madrasah swasta.

"Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa MIS Nurroniah. Saya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban madrasah dan menjadi penyemangat bagi para guru serta peserta didik untuk tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar," ungkap Kakanwil saat memberikan sambutan di lokasi.

Harapan Kebangkitan Pendidikan Pascakebakaran

Musibah kebakaran yang menghanguskan gedung MIS Nurroniah beberapa waktu lalu memang sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar secara normal. Namun, dengan hadirnya dukungan dana pemulihan ini, optimisme baru mulai tumbuh di lingkungan madrasah. Pemerintah berharap dana tersebut dapat segera dialokasikan untuk perbaikan fisik gedung sehingga anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan aman.

Kakanwil juga berpesan agar semangat para tenaga pendidik tidak padam meski sedang diuji dengan keterbatasan fasilitas. Beliau memandang bahwa ujian ini merupakan titik balik untuk membangun kembali madrasah yang lebih kuat dan lebih baik dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi awal bangkitnya kembali MIS Nurroniah untuk memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” lanjut Saefudin.

Apresiasi dari Pihak Yayasan dan Tenaga Pendidik

Menerima dukungan yang begitu besar, pihak yayasan menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Perwakilan Yayasan, Yoyok Albasori, menyatakan bahwa perhatian yang diberikan oleh jajaran Kemenag Bengkulu sangat berarti bagi kelanjutan visi pendidikan di Desa Tanjung Mulia. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doa para guru dan siswa yang tetap bertahan di tengah puing-puing bangunan.

"Kami berharap dukungan dan doa dari berbagai pihak terus mengalir agar pembangunan kembali gedung madrasah dapat segera terwujud," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Meskipun aktivitas pendidikan sempat terganggu secara signifikan akibat kerusakan parah pada infrastruktur, komitmen kolektif antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi. Langkah Kemenag Provinsi Bengkulu ini diharapkan menjadi pematik bagi pihak-pihak lain untuk turut berkontribusi dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan di MIS Nurroniah Mukomuko.

Dengan sinergi yang kuat, target untuk mengembalikan fungsi penuh gedung madrasah dalam waktu dekat bukan lagi hal yang mustahil. Fokus saat ini adalah memastikan setiap rupiah dari donasi tersebut terserap secara transparan dan efisien untuk perbaikan gedung yang menjadi jantung pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index