Harga Emas Dunia Menguat dan BBM Nonsubsidi Pertamina Turun, Ini Dampaknya ke Kantong Anda

Harga Emas Dunia Menguat dan BBM Nonsubsidi Pertamina Turun, Ini Dampaknya ke Kantong Anda
Harga emas dunia menguat di tengah data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan.

RIAU — Harga BBM Nonsubsidi dan Tarif Listrik Tak Berubah

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo mulai 1 Agustus 2026. Namun, penetapan harga di SPBU pada 17 Agustus 2026 masih mengacu pada ketentuan awal bulan tersebut.

Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta seperti BP-AKR, Shell, Vivo, dan Mobil Indostation juga telah menetapkan harga jual untuk berbagai jenis bensin dan solar. Para pelaku usaha dan konsumen diharapkan mencermati perbedaan harga di masing-masing gerai karena bisa bervariasi antar wilayah.

Kabar Baik bagi Pelanggan PLN 13 Golongan

Di tengah fluktuasi harga energi, pemerintah memastikan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) untuk kuartal III 2026 atau periode Juli-September tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini berlaku bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan disampaikan langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kebijakan ini memberikan kepastian bagi pelaku industri dan rumah tangga dalam menghitung biaya operasional hingga tiga bulan ke depan.

Emas Menguat, Pasar Menanti Risalah The Fed

Harga emas dunia mencatat penguatan pada awal pekan ini. Sentimen positif datang dari data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan serta meningkatnya risiko di pasar energi global.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada Juli yang dijadwalkan rilis pekan ini. Dokumen tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga AS selanjutnya, yang turut mempengaruhi pergerakan aset safe haven seperti emas.

Dana Bencana Rp5 Triliun: Jaring Pengaman Fiskal

Pemerintah menyiapkan dana siap pakai atau on call senilai Rp5 triliun untuk mendukung penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi fiskal untuk merespons cepat potensi bencana alam yang kerap terjadi di tanah air.

Dengan adanya dana ini, diharapkan proses evakuasi, logistik, dan rehabilitasi pasca-bencana dapat berjalan lebih cepat tanpa menunggu

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index