JAKARTA - Universal Music Group NV (UMG) dilaporkan tengah melakukan penjajakan dengan investor untuk menerbitkan obligasi dua tahap senilai €1 miliar, atau setara dengan Rp20 triliun.
Langkah korporasi ini diambil menyusul penolakan perusahaan terhadap tawaran akuisisi senilai sekitar €56 miliar dari miliarder hedge fund, Bill Ackman.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan oleh perusahaan hiburan musik global tersebut untuk melunasi utang yang ada serta memenuhi kebutuhan operasional korporasi secara umum.
UMG saat ini memiliki pinjaman jangka pendek (bridge loan) senilai €1 miliar yang akan jatuh tempo pada akhir Juli 2026, serta obligasi senilai €500 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2027.
Penerbitan obligasi ini akan dibagi menjadi dua tranche atau tahap, yakni tenor empat tahun dan tenor 10 tahun, dengan masing-masing nilai diperkirakan mencapai €500 juta. Universal Music sendiri saat ini memegang peringkat kredit investasi dari Moody's Ratings (Baa1) dan S&P Global Ratings (BBB+).
Langkah pendanaan ini dilakukan tidak lama setelah Bill Ackman menjual kepemilikan sahamnya senilai €1,42 miliar di UMG yang tercatat di bursa Amsterdam.
Penolakan terhadap tawaran akuisisi Ackman didasarkan pada penilaian manajemen bahwa harga yang ditawarkan secara fundamental meremehkan nilai asli Universal Music.
Dalam proses penerbitan obligasi ini, BNP Paribas SA dan Crédit Agricole CIB bertindak sebagai koordinator global, didukung oleh sejumlah institusi keuangan internasional lainnya sebagai bookrunner aktif.