JAKARTA - Upaya menghadirkan konektivitas merata hingga pelosok Tanah Air terus menjadi fokus utama industri telekomunikasi nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) bersama AALTO HAPS Limited, anak usaha Airbus, kembali memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi berbasis teknologi High Altitude Platform System (HAPS).
TelkomGroup melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited, anak usaha Airbus, melanjutkan kolaborasi strategis pengembangan Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin, 2 Maret 2026.
Kerja sama ini bertujuan mengeksplorasi konektivitas non-terestrial berbasis High Altitude Platform System (HAPS) guna memperluas jangkauan dan meningkatkan keandalan jaringan nasional, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Fondasi Infrastruktur Generasi Berikutnya
Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Seno Soemadji mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi TelkomGroup dalam menyiapkan fondasi infrastruktur generasi berikutnya yang melengkapi jaringan terestrial.
"Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T, sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan kebutuhan dasar masyarakat atas akses konektivitas yang merata. Selain itu, solusi ini juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kebencanaan ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan, sehingga mendukung proses pemulihan layanan secara lebih cepat dan efektif,” ujar Seno dalam keterangannya pada Rabu.
Pemanfaatan teknologi HAPS diharapkan mampu menjadi solusi pelengkap jaringan darat yang selama ini menghadapi berbagai kendala geografis. Wilayah 3T yang memiliki tantangan topografi dan aksesibilitas dapat memperoleh layanan konektivitas yang lebih stabil melalui pendekatan non-terestrial ini.
Peran AALTO dan Mitratel dalam Implementasi
Dalam nota kesepahaman tersebut, AALTO akan bertindak sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft yang mencakup penempatan, pengoperasian, serta pengelolaan solusi berbasis HAPS.
Sementara itu, Mitratel sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi dan operating company Telkom akan mendukung implementasi melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara yang dibutuhkan.
Kolaborasi ini memperlihatkan pembagian peran yang jelas antara kedua pihak. AALTO menghadirkan teknologi dan kapabilitas operasional HAPS, sedangkan Mitratel memperkuat dukungan infrastruktur darat sebagai bagian dari ekosistem telekomunikasi nasional.
Seno menambahkan TelkomGroup akan melakukan pengujian serta studi kelayakan komprehensif guna memastikan kesiapan implementasi dilakukan secara terukur dan prudent, dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Langkah evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek penting agar pengembangan teknologi dapat berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar regulasi di Indonesia.
Kelanjutan Kerja Sama Sejak 2023
Perluasan ruang lingkup kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023. Potensi sinergi kedua pihak akan terus dievaluasi melalui kajian menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, finansial, teknis, operasional, komersial, hukum dan regulasi guna memastikan perencanaan dan pelaksanaan yang akuntabel.
Kerja sama jangka panjang ini menunjukkan komitmen kedua perusahaan dalam membangun solusi konektivitas yang berkelanjutan. Evaluasi komprehensif dilakukan untuk memastikan setiap tahapan implementasi berjalan dengan tata kelola yang baik dan transparan.
CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyatakan sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta memperkuat ketahanan sistem telekomunikasi nasional.
"Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelas Theodorus.
Penyusunan peta jalan implementasi menjadi langkah penting dalam memastikan pengembangan Stratospace berjalan sistematis dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas jaringan nasional.
Momentum Global dan Prospek Asia-Pasifik
Sementara itu, CEO AALTO Hughes Boulnois menyebut penguatan kerja sama berlangsung di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace, termasuk kemampuan platform Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses.
“Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam peta pengembangan teknologi konektivitas global. Dengan karakteristik geografis sebagai negara kepulauan, implementasi HAPS dinilai memiliki relevansi tinggi untuk memperluas jangkauan layanan.
MoU yang diperpanjang hingga Oktober 2027 tersebut menjadi landasan bagi TelkomGroup melalui Mitratel dan AALTO untuk terus mengevaluasi potensi integrasi teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup, Mitratel, dan AALTO berupaya menghadirkan solusi konektivitas yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan infrastruktur masa depan yang lebih adaptif dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan geografis maupun situasi darurat.