Samsung Rilis Galaxy S26 Series dengan Agentic AI dan Baterai Lebih Besar, Ini Daftar Harganya

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:06:32 WIB
Samsung Rilis Galaxy S26 Series dengan Agentic AI dan Baterai Lebih Besar, Ini Daftar Harganya

JAKARTA - Persaingan ponsel pintar premium kian menuntut inovasi yang bukan hanya sekadar peningkatan spesifikasi, tetapi juga integrasi ekosistem yang lebih cerdas dan intuitif. 

Menjawab tantangan tersebut, Samsung resmi memperkenalkan lini flagship terbarunya: Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra. Peluncuran ini menandai pendekatan strategis yang memadukan peningkatan perangkat keras fungsional dengan inovasi perangkat lunak berbasis agentic AI.

Melalui seri Galaxy S26, perusahaan asal Korea Selatan ini berupaya memperkokoh posisinya di tengah pasar yang semakin kompetitif. Fokus utamanya bukan hanya pada performa, tetapi juga pengalaman pengguna yang lebih personal dan adaptif berkat integrasi kecerdasan buatan generatif yang mampu bertindak secara proaktif.

Perbedaan Chipset dan Peningkatan Spesifikasi Dasar

Samsung mengonfirmasi penggunaan chipset berbeda berdasarkan wilayah pemasaran. Untuk pasar global secara luas, Galaxy S26 dan S26+ ditenagai prosesor Exynos 2600. Sementara itu, khusus wilayah Amerika Utara, China, dan Jepang, perangkat tersebut dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.

Strategi memori juga mengalami perubahan signifikan. Opsi penyimpanan internal 128GB resmi dihapus. Galaxy S26 kini memulai kapasitas penyimpanan dari 256GB dengan pilihan hingga 512GB. Meski kapasitas penyimpanan meningkat, Samsung mempertahankan RAM 12GB untuk model standar dan Plus tanpa opsi lebih tinggi.

Dari sisi dimensi, Galaxy S26 mengalami peningkatan ukuran layar menjadi 6,3 inci, naik dari 6,2 inci pada generasi sebelumnya. Panel yang digunakan adalah LTPO OLED 1080p+ dengan refresh rate dinamis 1-120Hz. Penambahan ukuran ini juga diimbangi dengan peningkatan kapasitas baterai menjadi 4.300mAh guna menunjang daya tahan lebih lama.

Galaxy S26+ tetap mengusung layar 6,7 inci beresolusi 1440p+ serta baterai 4.900mAh. Sementara varian tertinggi, Galaxy S26 Ultra, hadir dengan layar AMOLED 6,9 inci resolusi QHD+ (3120 x 1440), menjadikannya model paling premium di lini ini.

Privacy Display dan Inovasi Layar Anti Intip

Sorotan utama Galaxy S26 Ultra terletak pada fitur inovatif bernama Privacy Display. Teknologi ini diklaim sebagai yang pertama di industri untuk mencegah pihak lain melihat konten layar dari sudut tertentu. Fitur tersebut dirancang untuk pengguna profesional yang kerap mengakses data sensitif atau aplikasi perbankan di ruang publik.

Mengutip penjelasan dari Tech Crunch, teknologi ini menggunakan dua jenis piksel berbeda, yakni piksel sempit dan piksel lebar. Sistem bernama Black Matrix mengatur arah pancaran cahaya dari setiap piksel. Saat mode privasi aktif, cahaya dipersempit sehingga hanya terlihat jelas dari sudut pandang pengguna. Ketika dinonaktifkan, layar kembali normal dan dapat dilihat dari berbagai sudut.

Menariknya, fitur ini dapat diatur secara selektif. Pengguna bisa menentukan aplikasi tertentu seperti aplikasi perbankan atau perpesanan untuk selalu tampil dalam mode privat. Pengaturan serupa juga berlaku untuk notifikasi, sehingga pesan tertentu tidak dapat terbaca jika dilihat dari samping. Tersedia pula opsi perlindungan maksimal dengan penyesuaian kontras terang dan gelap guna memperkuat efek pembatasan sudut pandang.

Peningkatan Pengisian Daya dan Optimalisasi Kamera

Pada sektor pengisian daya, peningkatan signifikan diberikan khusus untuk Galaxy S26 Ultra dengan dukungan pengisian kabel 60W dan nirkabel 25W. Galaxy S26+ memperoleh peningkatan pengisian nirkabel menjadi 20W. Namun, model standar Galaxy S26 tetap menggunakan pengisian kabel 25W dan nirkabel 15W seperti generasi sebelumnya.

Di sektor kamera, perangkat keras pada S26 dan S26+ masih identik dengan sensor tahun lalu. Namun Samsung melakukan optimalisasi melalui perangkat lunak. Teknologi ProScaler image upscaling serta chip MDNIe diklaim meningkatkan presisi warna. Selain itu, fitur Object Aware Engine hadir untuk memperbaiki detail tekstur kulit dan rambut dalam hasil foto.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya mengandalkan peningkatan sensor fisik, tetapi juga memaksimalkan pemrosesan gambar berbasis AI guna menghasilkan kualitas visual yang lebih tajam dan natural.

Integrasi Agentic AI di One UI Terbaru

Fondasi utama seri Galaxy S26 terletak pada integrasi agentic AI di antarmuka One UI terbaru. Fitur Now Nudge mampu memberikan pengingat komitmen pertemuan secara otomatis saat pengguna sedang melakukan percakapan digital. Sistem ini bekerja proaktif tanpa perlu input manual berulang.

Selain itu, fitur Now Brief yang ditenagai Personal Data Engine dapat menyusun jadwal janji temu secara mandiri berdasarkan notifikasi dan email yang masuk. Integrasi ini bertujuan menciptakan pengalaman yang lebih efisien dalam mengelola aktivitas harian.

Samsung juga menyematkan fitur Call Screening sebagai penyaring panggilan spam. Fitur ini mampu menjawab panggilan, mengidentifikasi penelepon, dan menampilkan transkrip pembicaraan secara langsung di layar, sehingga pengguna dapat memutuskan apakah perlu menerima atau menolak panggilan tersebut.

Galaxy S26 Ultra dipasarkan mulai dari harga US$1.300 atau sekitar Rp21 jutaan. Seluruh lini tersedia dalam empat warna utama: White, Sky Blue, Cobalt Violet, dan Black. Tersedia pula warna eksklusif Silver dan Rose Gold untuk pembelian melalui kanal online resmi.

Dengan kombinasi baterai lebih besar, fitur layar anti intip, optimalisasi kamera berbasis AI, serta integrasi agentic AI yang semakin proaktif, seri Galaxy S26 menjadi representasi strategi Samsung dalam menggabungkan peningkatan perangkat keras dan kecerdasan perangkat lunak demi mempertahankan dominasi di pasar smartphone premium global.

Terkini