JAKARTA - Klub raksasa Liga Italia, AS Roma, tengah berada dalam fase transformasi besar guna memperkuat identitas sekaligus menjaga stabilitas finansial mereka. Langkah paling mencolok adalah upaya manajemen untuk memulangkan sang ikon abadi, Francesco Totti, ke Trigoria. Kepulangan Totti bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk mengemban tanggung jawab strategis yang diharapkan mampu membangkitkan marwah klub di kancah domestik maupun Eropa.
Di sisi lain, kebijakan efisiensi ekonomi mulai diberlakukan secara ketat. Manajemen Giallorossi kini tengah menghadapi negosiasi krusial dengan dua pilar utama tim terkait perpanjangan kontrak. Langkah ini diambil demi menjaga kesehatan neraca keuangan klub dalam jangka panjang, menunjukkan bahwa AS Roma di bawah kepemilikan saat ini sedang menyeimbangkan antara romantisme sejarah dan realitas bisnis sepak bola modern.
Kembalinya Francesco Totti dalam Peran Direktur Teknik
Kabar Liga Italia baru-baru ini dihebohkan dengan potensi kembalinya Francesco Totti ke jajaran petinggi klub. Legenda AS Roma dan Timnas Italia tersebut dilaporkan berpotensi memiliki peran baru di klub yang telah membesarkan namanya. Roma siap menawarkan legenda mereka untuk kembali sebagai direktur teknik, sebuah posisi yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang filosofi klub dan teknis permainan.
Pemilik Roma saat ini diketahui sedang dalam proses bernegosiasi dengan Totti untuk kepulangan mantan striker tajam tersebut ke Olimpico. Jika kesepakatan tercapai, ini akan menjadi momen emosional sekaligus strategis bagi para pendukung setia Roma yang rindu akan kehadiran sosok Il Capitano di jajaran manajemen.
Totti sebenarnya sudah menjadi bagian dari struktur manajemen klub setelah ia memutuskan pensiun dari lapangan hijau. Akan tetapi, ia memilih untuk mengundurkan diri pada tahun 2019 silam di bawah kepemilikan presiden Roma sebelumnya, James Pallotta. Kini, di bawah kendali keluarga Friedkin, pintu gerbang bagi Totti terbuka lebar dengan tawaran tugas yang jauh lebih konkret dan jelas daripada sebelumnya.
Sinergi Manajemen dan Pengaruh di Ruang Ganti
Dalam struktur yang direncanakan, Francesco Totti tidak akan bekerja sendirian. Menurut sumber internal klub, AS Roma siap menawarkan Totti kesempatan kembali sebagai direktur teknik dengan tugas yang spesifik. Peran barunya akan difokuskan untuk mendukung direktur olahraga, Frederic Massara, terutama dalam proses negosiasi transfer pemain. Pengalaman dan koneksi luas Totti di dunia sepak bola diharapkan mampu menjadi nilai tawar lebih bagi Roma saat membidik talenta-talenta baru.
Namun, tugas Totti tidak berhenti di urusan administratif saja. Ia juga akan diproyeksikan menjadi sosok berpengaruh di ruang ganti untuk menyampaikan semangat klub kepada para pemain muda dan penggawa baru. Kehadiran Totti diharapkan mampu menjaga integritas dan mentalitas Giallorossi agar tetap kuat di tengah persaingan ketat Serie A.
Sinyal kembalinya Totti diperkuat oleh pernyataan penasihat Roma, Claudio Ranieri, yang mengkonfirmasi awal pekan ini bahwa pemilik klub memang sedang mempertimbangkan secara serius kembalinya sang legenda. Kehadiran Totti di Stadio Olimpico pekan lalu saat kemenangan 2-0 atas VfB Stuttgart di Liga Europa pun disebut-sebut atas undangan langsung dari Ryan Friedkin, yang menjadi indikasi kuat mencairnya hubungan antara sang legenda dan pemilik klub.
Efisiensi Finansial dan Kebijakan Potong Gaji Pemain
Seiring dengan upaya memperkuat jajaran manajemen, AS Roma juga sedang berjuang keras mengelola beban gaji pemain. Klub memiliki target keuangan yang sangat ambisius, yaitu mengurangi pengeluaran gaji hingga mencapai titik sekitar 60 persen dari pendapatan total. Kebijakan ini merupakan langkah preventif agar klub tetap kompetitif di pasar transfer tanpa melanggar aturan keberlanjutan finansial.
Konsekuensi dari kebijakan ini berdampak langsung pada dua bintang utama mereka. AS Roma dikabarkan membutuhkan Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini untuk menerima pemotongan gaji agar dapat memperpanjang kontrak mereka. Kedua pemain ini adalah elemen vital di lini serang dan kepemimpinan tim di lapangan, namun situasi kontrak mereka yang akan segera berakhir menuntut solusi cepat.
Masa Depan Dybala dan Pellegrini di Olimpico
Kontrak Paulo Dybala dan Lorenzo Pellegrini di Roma dijadwalkan akan berakhir pada bulan Juni mendatang. Mengingat peran mereka yang sangat krusial, Giallorossi tentu ingin mempertahankan keduanya di ibu kota. Namun, tantangannya adalah klub membutuhkan mereka untuk memangkas gaji demi menyesuaikan dengan struktur keuangan baru agar tetap berada di Olimpico setelah musim panas tahun ini.
Negosiasi ini akan menjadi ujian bagi loyalitas kedua pemain tersebut terhadap klub. Di satu sisi, manajemen berusaha keras menjaga eksistensi klub secara ekonomi, sementara di sisi lain, mereka harus tetap memastikan skuat tetap kompetitif. Kehadiran Totti di masa depan diharapkan bisa membantu memperlancar komunikasi semacam ini, mengingat ia sangat memahami arti pengabdian bagi seragam merah-kuning Roma.
Dengan kepemimpinan baru di manajemen dan efisiensi di struktur pemain, AS Roma tengah mencoba membangun fondasi yang lebih kokoh. Kombinasi antara kembalinya Francesco Totti sebagai penjaga tradisi dan kebijakan finansial yang disiplin diharapkan mampu membawa Roma kembali ke puncak kejayaan sepak bola Italia dan Eropa di tahun 2026 ini.