JAKARTA - Upaya menciptakan ruang digital yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia kembali menjadi perhatian pemerintah.
Dalam momentum peringatan Hari Keamanan Berinternet 2026, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya keterlibatan aktif penyelenggara sistem jasa dan produk internet, termasuk perusahaan teknologi global, dalam menjaga keamanan ekosistem digital nasional.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta kepada Google sebagai salah satu penyelenggara sistem jasa dan produk internet terbesar untuk ikut membantu mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam berinternet di Indonesia. Menurutnya, peran platform digital sangat krusial karena masyarakat saat ini semakin bergantung pada layanan berbasis internet dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, komunikasi, hingga hiburan.
Dalam konteks tersebut, pemerintah menilai kolaborasi antara negara dan industri teknologi menjadi langkah strategis agar perkembangan digital tidak menimbulkan risiko yang merugikan masyarakat.
Analogi Risiko Digital dan Tanggung Jawab Industri Teknologi
Dalam kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, Pratikno menyampaikan analogi mengenai penggunaan teknologi yang tidak bisa dihindari, tetapi tetap harus disertai tanggung jawab penyedia layanan.
"Kita ini kan enggak ada pilihan. Kalau kita pergi haji, pilihannya naik pesawat, walaupun kita tahu ada risiko pesawat jatuh, tapi kan tidak berarti kemudian solusinya jalan kaki. Cuma tolong industri pesawat, rawat pesawat Anda dengan baik, mikirin nasib kita para penumpang. Ya kira-kira begitu juga yang ingin saya katakan kepada Youtube, kepada Google," kata Menko PMK dalam kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 di Kantor Kemenko PMK.
Melalui perumpamaan tersebut, ia menegaskan bahwa penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat modern. Oleh karena itu, penyelenggara layanan digital diharapkan memastikan sistem yang mereka kelola memiliki perlindungan yang memadai bagi pengguna.
Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan tanggung jawab penyedia layanan untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul.
Panduan Penggunaan Dinilai Belum Cukup Tanpa Implementasi Nyata
Selain menyoroti aspek tanggung jawab platform, Pratikno juga menilai bahwa penyusunan berbagai panduan penggunaan internet belum tentu efektif jika tidak benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari tersedianya pedoman, tetapi dari sejauh mana panduan tersebut digunakan secara luas.
"Anda (harusnya) bukan sudah membuat guidance, tapi sejauh mana orang Indonesia, guru Indonesia, anak Indonesia, orang tua anak-anak Indonesia menggunakan (panduan). Kalau sudah membuat nggak ada yang digunakan, nggak berguna," ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan perlunya pendekatan yang lebih aplikatif dalam edukasi digital. Tanpa implementasi yang nyata, panduan hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak terhadap perilaku pengguna internet.
Dalam konteks ini, pemerintah menilai perlunya mekanisme yang memastikan informasi keamanan digital dapat menjangkau dan digunakan oleh masyarakat secara efektif.
Seruan Tanggung Jawab dan Inovasi Bersama Penyelenggara Internet
Pratikno juga menegaskan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital global. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap pengguna di Indonesia.
"Kita-kita ini sudah tergantung, banyak tergantung kepada Anda. Anda making big money from us. Please, responsible," ucap Pratikno menegaskan.
Ia mengajak seluruh penyelenggara sistem jasa dan produk internet untuk bersama-sama berinovasi agar seluruh orang di Indonesia bisa berselancar di dunia maya dengan aman dan nyaman. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
Menurutnya, pemerintah telah berkali-kali melakukan edukasi terkait penggunaan internet yang bijak. Namun, edukasi saja dinilai belum cukup untuk mengatasi berbagai risiko di ruang digital yang terus berkembang.
"Mestinya ada mekanisme otomasi untuk menjamin bahwa edukasi itu delivered gitu. Kalau urusan digital itu sampai merusak fisik, mental anak, kita ini dosa. Dosanya bukan dosa biasa, ini dosa jariah," ucap Pratikno.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sistem yang mampu memastikan pesan edukasi benar-benar sampai dan berdampak pada pengguna, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
Apresiasi Dukungan Google dan Harapan Penguatan Sistem Keamanan Digital
Meski menyampaikan sejumlah catatan, Menko PMK tetap memberikan apresiasi terhadap dukungan Google dalam penyelenggaraan sistem jasa dan produk internet di Indonesia. Pemerintah menilai kontribusi platform digital tetap penting dalam mendukung aktivitas masyarakat di era transformasi digital.
Namun demikian, Menko PMK mengapresiasi Google atas dukungannya dalam menyelenggarakan sistem jasa dan produk internet di tanah air. Ke depan, ia berharap adanya penguatan sistem demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam berselancar di dunia maya.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menuntut perbaikan, tetapi juga membuka ruang kerja sama yang lebih kuat antara sektor publik dan industri teknologi. Dengan penguatan sistem, inovasi, serta tanggung jawab bersama, keamanan digital diharapkan dapat meningkat seiring pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia.
Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan pengguna. Peran platform global, dukungan pemerintah, serta partisipasi masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan ruang internet yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.