Bisnis Hukum dan Masa Depan Praktisi Melalui ALSA NMCC

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:59:47 WIB
Bisnis Hukum dan Masa Depan Praktisi Melalui ALSA NMCC

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi penegak hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh. Hal ini tercermin saat Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima ratusan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang mengikuti Asian Law Students’ Association (ALSA) National Moot Court Competition Piala Mahkamah Agung (NMCC MA) XXVI. Pertemuan hangat tersebut berlangsung di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Makassar.

Kegiatan ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi dunia peradilan Indonesia. Kompetisi peradilan semu bergengsi tingkat nasional ini menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik, keterampilan advokasi, serta pembentukan karakter bagi mahasiswa hukum sebagai calon praktisi hukum masa depan. Melalui simulasi persidangan yang mendekati realitas, para mahasiswa diajak untuk mengasah nalar kritis dan ketangkasan dalam beracara, yang merupakan modal utama dalam meniti karier di dunia hukum yang kompetitif.

Strategi Pemprov Sulsel dalam Mendukung Pendidikan Hukum

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik forum seperti National Moot Court Competition yang memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran kolektif bagi mahasiswa hukum untuk memahami sistem peradilan secara utuh. Baginya, pemahaman terhadap hukum tidak boleh hanya berhenti pada teori di dalam kelas, melainkan harus dipraktikkan melalui forum-forum simulasi yang menantang.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak posisi strategis di lingkup pemerintahan yang diisi oleh individu berlatar belakang pendidikan hukum. “Di Pemprov banyak pejabat kita yang berlatar belakang hukum. Semoga forum ini menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi para mahasiswa hukum untuk memahami sistem peradilan, serta menumbuhkan integritas dan tanggung jawab moral sejak dini,” kata Andi Sudirman. Pernyataan ini menegaskan bahwa lulusan hukum memiliki spektrum karier yang luas, tidak hanya sebagai pengacara, tetapi juga sebagai birokrat dan pembuat kebijakan.

Membangun SDM Hukum Unggul Berbasis Integritas dan Moralitas

Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap ajang ini merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memberikan dukungan terhadap ALSA dan berbagai kegiatan akademik yang mendorong lahirnya sumber daya manusia hukum yang unggul dan berkarakter. Dukungan ini diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Andi Sudirman menekankan bahwa tantangan di dunia hukum di masa depan akan semakin kompleks. Menurutnya, pembangunan hukum yang berkeadilan tidak hanya ditopang oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh integritas, moralitas, dan keberpihakan pada nilai keadilan. Tanpa moralitas, kecerdasan di bidang hukum justru berisiko disalahgunakan. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai etika profesi sejak masa kuliah menjadi sesuatu yang sangat mendesak.

Peran Strategis ALSA Unhas sebagai Tuan Rumah Penyelenggara

Keberhasilan Makassar menjadi pusat perhatian mahasiswa hukum se-Indonesia tidak lepas dari peran aktif ALSA Local Chapter (LC) Universitas Hasanuddin (Unhas). Diketahui, ALSA Local Chapter (LC) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah penyelenggara NMCC MA XXVI. Sebagai tuan rumah, ALSA Unhas berhasil menyatukan ratusan calon praktisi hukum untuk berkompetisi secara sehat dan menjalin jaringan profesional sejak dini.

Gubernur berharap kompetisi ini menjadi batu loncatan bagi para peserta untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah institusi peradilan. “Pemprov terus mendorong ALSA dalam melahirkan calon-calon praktisi hukum yang profesional dan berkarakter serta mampu menjaga marwah dan kehormatan hukum di masa depan,” cetusnya. Visi ini selaras dengan tujuan besar kompetisi yang tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam hukum pidana, tetapi juga membentuk karakter calon penegak hukum yang berintegritas, baik sebagai hakim, jaksa, maupun advokat.

Harapan bagi Marwah Peradilan Indonesia di Masa Depan

Melalui ajang NMCC Piala Mahkamah Agung ini, diharapkan lahir standar baru bagi mahasiswa hukum dalam memahami prosedur peradilan pidana di Indonesia. Simulasi yang dilakukan selama kompetisi memberikan gambaran nyata mengenai tanggung jawab besar yang diemban oleh aparat penegak hukum. Pengalaman emosional dan intelektual yang didapatkan di Makassar ini akan menjadi bekal berharga saat mereka benar-benar terjun ke masyarakat kelak.

Andi Sudirman Sulaiman berharap para delegasi dari seluruh penjuru Indonesia dapat membawa pulang tidak hanya piala atau sertifikat, tetapi juga semangat baru untuk mereformasi hukum Indonesia ke arah yang lebih baik. Sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan seperti Unhas, dan organisasi mahasiswa seperti ALSA merupakan kunci utama dalam memastikan bahwa keadilan di Indonesia akan terus dijaga oleh tangan-tangan yang kompeten dan jujur.

Terkini