Analisis Deretan Saham Top Gainers Mingguan di Bursa Efek

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:35:34 WIB
Analisis Deretan Saham Top Gainers Mingguan di Bursa Efek

JAKARTA - Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang pekan pertama Februari 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan rapor hijau bagi sejumlah emiten yang berhasil mencetak kenaikan harga di luar ekspektasi pasar. Pergerakan harga saham dalam sepekan terakhir memperlihatkan penguatan signifikan pada sejumlah emiten, mulai dari sektor properti, kesehatan, hingga manufaktur dan logistik.

Fenomena munculnya deretan saham top gainers ini mencerminkan tingginya minat beli investor, baik pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) maupun saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang lebih ramping. Data perdagangan mencatat 10 saham dengan kenaikan harga tertinggi dalam periode satu minggu, dengan nilai kapitalisasi pasar yang tersebar dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah. Hal ini memberikan gambaran bahwa peluang keuntungan tidak hanya terpusat pada satu segmen kapitalisasi saja.

Loncatan Eksponensial Saham Properti dan Kesehatan

Penguatan paling menonjol terjadi pada saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA). Emiten yang bergerak di sektor properti ini menjadi bintang utama di lantai bursa pekan ini. Dalam satu pekan, harga NZIA melesat 110,17 persen dan ditutup di level 248, dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp544,99 miliar. Kenaikan yang melampaui dua kali lipat ini menempatkan NZIA sebagai pemuncak daftar saham paling menguntungkan dalam periode singkat tersebut.

Di posisi berikutnya, sektor kesehatan menunjukkan taringnya melalui PT Soho Global Health Tbk (SOHO). Kenaikan tajam juga tercermin pada saham SOHO. Emiten sektor kesehatan ini membukukan penguatan 68,80 persen secara mingguan, dengan harga penutupan 3.030 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp38,46 triliun. Kenaikan SOHO menjadi menarik perhatian karena nilai kapitalisasinya yang sudah masuk dalam kategori jumbo, namun tetap mampu mencetak pertumbuhan harga yang sangat agresif.

Kinerja Kuat Saham Sektor Teknologi dan Kapitalisasi Menengah

Sektor teknologi tidak mau ketinggalan dalam tren bullish pekan ini. Saham teknologi PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) turut mencatatkan kinerja kuat. Dalam sepekan, harga FITT naik 60,48 persen dan berakhir di level 735, dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp958,64 miliar. Pergerakan FITT memberikan sinyal bahwa minat investor terhadap emiten berbasis teknologi masih sangat tinggi di awal tahun 2026.

Dari kelompok saham berkapitalisasi menengah, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) juga menunjukkan performa yang impresif. GRPM membukukan kenaikan harga 57,55 persen dalam satu minggu. Saham ini ditutup di level 334, dengan kapitalisasi pasar Rp516,07 miliar. Lonjakan harga GRPM mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilihan utama investor yang mengincar pertumbuhan cepat pada lapis kedua di pasar modal.

Geliat Manufaktur dan Sektor Otomotif di Jalur Hijau

Sektor manufaktur dan industri pendukungnya juga memberikan kontribusi signifikan dalam daftar emiten terbaik pekan ini. Saham manufaktur logam PT Lion Metal Works Tbk (LION) mencatatkan penguatan 46,14 persen selama sepekan. Pada akhir periode perdagangan, LION berada di harga 605, dengan kapitalisasi pasar Rp314,70 miliar. Kenaikan ini seolah menjadi pemantik bagi sektor industri logam yang sedang berusaha menguat kembali.

Sementara itu, gairah di sektor otomotif diwakili oleh PT Indospring Tbk (INDS). Penguatan mingguan juga terjadi pada saham otomotif INDS. Harga INDS naik 44,30 persen dalam satu minggu dan ditutup di level 1.075, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp7,05 triliun. Sebagai pemain besar di industri komponen otomotif, penguatan INDS mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek industri transportasi di masa depan.

Aksi Beli pada Saham Kapitalisasi Kecil dan Logistik

Pasar saham pekan ini juga memberikan panggung bagi saham-saham berkapitalisasi kecil namun memiliki pergerakan lincah. Dari kelompok saham berkapitalisasi kecil, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) mencatatkan kenaikan harga 28,17 persen secara mingguan. Saham NASI diperdagangkan di level 182, dengan kapitalisasi pasar Rp146,95 miliar. Meskipun nilai pasarnya tergolong mini, pertumbuhan harga NASI menunjukkan adanya perputaran modal yang sehat di segmen saham lapis ketiga.

Sektor logistik yang menjadi tulang punggung distribusi nasional pun tak kalah mengkilap. Saham logistik PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) juga masuk dalam daftar saham berkinerja terbaik sepekan. Harga ELPI menguat 21,71 persen dan ditutup di level 1.710, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp12,67 triliun. Posisi ELPI yang kuat di daftar ini memperlihatkan kepercayaan investor terhadap ketangguhan bisnis perkapalan dan logistik energi.

Penutup Daftar Top Gainers: Sektor Baja dan Media

Dua emiten terakhir yang menggenapi daftar sepuluh besar berasal dari sektor perdagangan logam dan media kreatif. Pada saham sektor perdagangan baja, PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) mencatatkan kenaikan harga 20,17 persen dalam satu minggu. Saham ini diperdagangkan di level 560, dengan kapitalisasi pasar Rp566,59 miliar. Kenaikan TIRT memberikan napas baru bagi industri sumber daya yang terus berfluktuasi.

Menutup daftar sepuluh besar, saham media PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) membukukan penguatan 20,00 persen secara mingguan. VISI ditutup di harga 690, dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp2,12 triliun. Performa VISI menunjukkan bahwa sektor media dan periklanan mulai kembali mendapatkan tempat di portofolio investor seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat dan belanja iklan korporasi yang meningkat.

Secara keseluruhan, sepekan terakhir di BEI telah memberikan peluang cuan yang luar biasa bagi mereka yang jeli melihat potensi pada emiten-emiten tersebut. Diversifikasi sektor yang masuk dalam jajaran top gainers menunjukkan bahwa aliran modal sedang bergerak secara dinamis, mencari titik-titik pertumbuhan baru di awal tahun 2026.

Terkini