Pertamina Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores, Pastikan Stok BBM dan LPG Aman untuk Wilayah NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:36:02 WIB
Pertamina menyalurkan bantuan sembako dan selimut kepada korban gempa di Pulau Flores melalui posko utama yang berkoordinasi dengan BPBD setempat.

RIAU — Gempa yang mengguncang Pulau Flores tidak hanya merenggut korban jiwa dan merusak bangunan, tetapi juga mengancam kelangsungan aktivitas warga yang selamat. Di tengah kondisi darurat itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji menjadi kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda. Pertamina merespons dengan menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan distribusi energi tetap mengalir.

Direktur Utama Pertamina, dalam kunjungannya ke lokasi bencana, meninjau langsung kondisi fasilitas penyalur dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Ia memastikan bahwa stok BBM jenis Premium, Pertalite, dan Solar, serta LPG 3 kg dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Memastikan Pasokan Energi di Tengah Darurat

Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan adanya gangguan pada beberapa jalur distribusi akibat kerusakan infrastruktur jalan. Pertamina menyiagakan mobil tangki untuk melayani wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Langkah ini diambil agar warga yang mengungsi tetap bisa memasak dan penerangan darurat di posko-posko pengungsian tidak terputus.

Selain pasokan, Pertamina juga menyalurkan bantuan berupa sembako, selimut, dan perlengkapan lainnya untuk meringankan beban para korban. Bantuan didistribusikan melalui posko utama yang didirikan di dekat lokasi gempa, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Dampak bagi Warga dan Logistik Darurat

Kepastian pasokan energi ini menjadi penentu utama kelancaran operasional dapur umum dan alat berat yang digunakan untuk membersihkan puing-puing reruntuhan. Tanpa pasokan solar yang stabil, proses evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun akan terhambat. Warga setempat pun tidak perlu antre panjang untuk mendapatkan BBM, sehingga mereka bisa fokus pada pemulihan tempat tinggal.

Pertamina memastikan harga jual di lokasi bencana tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Tidak ada kenaikan harga meskipun biaya logistik ke lokasi terpencil meningkat drastis pasca-gempa. Komitmen ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat yang sedang dalam kondisi sulit.

Komitmen Pelayanan di Tengah Bencana

Perusahaan energi pelat merah itu menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak akan berhenti meskipun terjadi bencana alam. Seluruh jajaran di Regional Indonesia Timur dikerahkan untuk memantau pasokan secara harian hingga kondisi kembali normal. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan karena stok dijamin aman.

Kejadian di Flores ini menjadi ujian sekaligus bukti bahwa infrastruktur energi nasional memiliki ketahanan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan koordinasi yang cepat antara pemerintah daerah dan BUMN, kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan. Pemulihan total wilayah terdampak memang membutuhkan waktu, namun kepastian pasokan energi menjadi fondasi awal bagi warga untuk bangkit kembali.

Tags

Terkini