Telkom Kerahkan Tim Teknis Perbaiki Jaringan Usai Gempa M7,7 Flores, Genset Jadi Andalan

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:13:01 WIB
Tim teknis TelkomGroup dikerahkan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jaringan di wilayah terdampak gempa M7,7 Flores.

RIAU — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu pekan lalu meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Selain merusak infrastruktur fisik, guncangan yang episentrumnya berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, itu juga memutus pasokan listrik yang menjadi nyawa bagi operasional menara dan perangkat telekomunikasi.

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengungkapkan bahwa penurunan kualitas layanan TelkomGroup di wilayah terdampak bukan hanya disebabkan oleh kerusakan perangkat keras. "Penurunan kualitas layanan TelkomGroup terutama disebabkan oleh kendala pasokan listrik di wilayah terdampak dan sejumlah kerusakan perangkat akibat gempa," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

Genset Jadi Penopang Sementara

Untuk memastikan perangkat tetap menyala di tengah padamnya listrik, TelkomGroup mengaktifkan genset tambahan. Namun, kapasitasnya terbatas dan hanya difokuskan untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan yang menjadi prioritas.

"TelkomGroup juga mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai penguatan suplai listrik untuk menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan dan mendukung proses pemulihan layanan," kata Rachmad.

Langkah ini dinilai krusial karena proses pemulihan layanan secara penuh sangat bergantung pada kestabilan pasokan listrik dari PLN di wilayah tersebut. Tanpa daya yang cukup, perbaikan perangkat yang sudah dilakukan tidak akan berarti apa-apa.

Tim Teknis Dikerahkan ke Seluruh Titik Terdampak

TelkomGroup memastikan tidak ada wilayah yang luput dari perhatian. Tim teknis telah diterjunkan ke sejumlah titik untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Rachmad menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembalikan layanan komunikasi dan digital masyarakat ke kondisi normal secepat mungkin.

"Kami terus melakukan langkah percepatan perbaikan dengan mengerahkan tim teknis dan sumber daya yang diperlukan agar layanan telekomunikasi dan digital dapat segera kembali normal," jelasnya.

Upaya ini tidak mudah. BMKG mencatat hingga Sabtu siang pukul 14.00 WIB, sudah terjadi 235 gempa susulan dengan magnitudo bervariasi dari M2,5 hingga M6,2. Bahkan pada Minggu (16/8/2026), gempa berkekuatan M5,2 kembali mengguncang Manggarai Timur, meski dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Permintaan Maaf dan Apresiasi Telkom ke Pelanggan

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pelanggan dan masyarakat yang terdampak penurunan kualitas layanan. Perusahaan juga mengapresiasi kesabaran warga selama proses pemulihan berlangsung.

"TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas kejadian ini. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung," ujar Rachmad.

TelkomGroup berkomitmen untuk terus melakukan pemulihan secara bertahap dengan skala prioritas yang jelas: menjaga perangkat tetap stabil dan memperbaiki infrastruktur yang rusak secepat mungkin. Bagi warga Flores yang masih bertahan di pengungsian, kepastian konektivitas ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk berkomunikasi dengan keluarga dan mengakses informasi bantuan.

Tags

Terkini