KEMENAG

Analisis Ilmiah Bisnis Kemenag dan Harmoni Desa Rama Agung Menjaga Zero Konflik

Analisis Ilmiah Bisnis Kemenag dan Harmoni Desa Rama Agung Menjaga Zero Konflik
Analisis Ilmiah Bisnis Kemenag dan Harmoni Desa Rama Agung Menjaga Zero Konflik

JAKARTA - Keberagaman sering kali dianggap sebagai tantangan dalam stabilitas sosial, namun di sebuah sudut Kabupaten Bengkulu Utara, perbedaan keyakinan justru menjadi aset berharga yang memperkokoh fondasi kemasyarakatan. Desa Rama Agung telah lama menjadi perbincangan nasional sebagai laboratorium hidup kerukunan umat beragama. Untuk memastikan api toleransi tersebut tetap menyala, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menyambangi Desa Rama Agung, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memastikan nilai-nilai moderasi beragama tidak berhenti pada predikat, tetapi benar-benar hidup dan terawat di tengah masyarakat. Kehadiran Kakanwil di desa ini menegaskan bahwa perdamaian memerlukan perawatan yang berkelanjutan dan dialog yang tidak terputus, terutama di tengah dinamika informasi dan sosial yang kian cepat di tahun 2026.

Warisan Predikat Kampung Moderasi Beragama Sejak 2023

Eksistensi Desa Rama Agung sebagai episentrum toleransi di Bengkulu telah diakui secara formal oleh pemerintah pusat. Desa Rama Agung diketahui telah dianugerahi sebagai Kampung Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama pada tahun 2023. Predikat tersebut diberikan atas keberhasilan masyarakat desa dalam menjaga harmoni dan kerukunan di tengah keberagaman agama yang sangat kompleks namun tetap teratur.

Pengakuan tersebut lahir dari sejarah panjang interaksi sosial yang sehat antar-warga. Desa ini membuktikan bahwa moderasi beragama bukanlah konsep abstrak, melainkan praktik harian yang melibatkan rasa hormat dan empati. Kakanwil memandang Rama Agung sebagai bukti nyata bahwa keberagaman, jika dikelola dengan bijak, akan melahirkan ketahanan wilayah yang luar biasa terhadap berbagai potensi gesekan sosial.

Pesan Kakanwil Mengenai Pentingnya Praktik Harmoni Sosial

Dalam kunjungannya, Saefudin memberikan apresiasi tinggi terhadap pola interaksi warga yang terlihat begitu cair tanpa sekat keyakinan. Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Bengkulu menegaskan bahwa kunjungan ke Desa Rama Agung merupakan agenda penting untuk melihat secara langsung praktik harmoni sosial yang terbangun di tengah perbedaan keyakinan. Observasi langsung ini bertujuan untuk mengambil nilai-nilai positif yang nantinya bisa diimplementasikan di wilayah lain.

Pesan utama yang ditekankan adalah mengenai kebersamaan dalam aksi nyata. “Kunjungan saya ke Desa Rama Agung adalah agenda penting dalam mendukung bagaimana harmoni itu benar-benar terbangun di desa ini. Rama Agung menggambarkan kepada kita semua bahwa di tengah perbedaan agama, masyarakat tetap bisa bergandengan tangan, saling menghargai, dan saling mengasihi,” ujar Saefudin. Hal ini menegaskan bahwa harmoni bukanlah soal ketiadaan perbedaan, melainkan kemampuan untuk berjalan beriringan meski berbeda arah kiblat.

Tantangan Merawat Predikat dan Menjaga Status Zero Konflik

Mendapatkan predikat sebagai desa harmonis mungkin sulit, namun mempertahankannya jauh lebih menantang. Saefudin mengingatkan warga bahwa penghargaan yang telah diraih harus dijadikan motivasi untuk terus mawas diri. Ia menambahkan bahwa predikat Kampung Moderasi Beragama tidak boleh dimaknai sebagai tujuan akhir. Justru, tantangan terbesar adalah bagaimana masyarakat terus merawat kerukunan setelah pengakuan tersebut diraih.

Stabilitas sosial yang ada saat ini merupakan modal berharga yang harus dijaga dari infiltrasi pemahaman radikal maupun provokasi. “Predikat desa paling harmonis ini bukanlah akhir. Zero konflik bukan berarti kita sepenuhnya terhindar dari potensi konflik, tetapi menjadi pengingat agar kita senantiasa membentengi diri dengan dialog, sikap saling memahami, dan komitmen kebersamaan,” tambahnya. Konsep zero konflik di Rama Agung dipandang sebagai hasil dari upaya aktif pencegahan melalui komunikasi yang intens antar-tokoh agama.

Rama Agung Sebagai Percontohan Kerukunan Sejak Tahun 2020

Kesuksesan Rama Agung tidak terjadi dalam semalam. Kepala Desa Rama Agung, Putu Suriade, menjelaskan bahwa desanya telah menjadi desa percontohan kerukunan umat beragama sejak tahun 2020. Jauh sebelum predikat nasional disematkan, warga desa telah membangun kesepakatan tak tertulis untuk selalu mengutamakan musyawarah dalam setiap persoalan. Keberagaman agama yang ada di Desa Rama Agung, ada Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan Kristen justru menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

Kelima agama tersebut hidup berdampingan dengan tempat ibadah yang terkadang letaknya berdekatan, namun tidak pernah mengganggu kekhusyukan masing-masing. “Dengan keberagaman yang ada, masyarakat Desa Rama Agung hidup berdampingan secara rukun. Hingga saat ini tidak pernah terjadi konflik berlatar belakang agama. Harapan kami, kondisi ini terus terjaga dan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ungkap Putu Suriade penuh optimisme.

Sinergi Lintas Sektoral dalam Menjaga Ketahanan Moderasi

Pertemuan ini juga menjadi ajang penguatan jejaring antar-lembaga keagamaan di Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bengkulu Utara, Sekretaris FKUB Provinsi Bengkulu, pengurus FKUB Kabupaten Bengkulu Utara, serta perwakilan tokoh agama dari kelima agama tersebut. Kehadiran para tokoh ini memperlihatkan dukungan kolektif dalam menjaga status "Kampung Moderasi" tersebut.

Dengan keterlibatan tokoh masyarakat dan FKUB, pengawasan terhadap potensi gangguan kerukunan dapat dilakukan secara berlapis. Desa Rama Agung kini bukan sekadar sebuah pemukiman, melainkan simbol harapan bagi Indonesia. Di tengah dunia yang sering kali terbelah oleh isu identitas, Rama Agung berdiri tegak sebagai bukti bahwa harmoni adalah pilihan yang sadar dan harus terus diupayakan setiap hari oleh setiap elemen warga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index